OKEZONE WEEK-END: Jangan Disimpan di Lemari, Trik Simpel Merawat Kain Tenun : Okezone Lifestyle KORAN TERBARU

Berita hari ini tentang OKEZONE WEEK-END: Jangan Disimpan di Lemari, Trik Simpel Merawat Kain Tenun : Okezone Lifestyle.

PEMAKAIAN akan kain-kain wastra tradisional Indonesia, di luar kain batik misal contohnya adalah kain tenun sekarang sudah bisa lebih banyak ditemukan dalam padu-padan berpakaian dalam kehidupan sehari-hari.

Jika dulu menghadiri pesta pernikahan atau biasa disebut kondangan, hanya identik dengan mengenakan kain batik. Kini, kehadiran kain tenun juga tidak kalah pamor dengan kain batik.

Kain tenun sendiri biasanya hadir dengan banderolan harga yang tidak murah, atau dengan kata lain cukup mahal. Di mana hal ini kurang lebih disebabkan karena proses pembuatannya yang sangat rumit, sehingga akhirnya harus memakan biaya produksi yang lebih tinggi.

BACA JUGA:

Selain Batik, Indonesia Punya Kain Tenun yang Patut Jadi Kebanggaan

Kain Tenun Enggak Boleh Terlalu Sering Dicuci! Ini Alasannya

Mengingat dibeli dengan harga yang tidak murah, maka rasanya akan sayang sekali jika koleksi kain tenun di rumah harus cepat lapuk dan tidak lagi layak untuk dikenakan hanya karena kita sebagai pemiliknya kurang telaten merawat kain tenun tersebut, di mana ketidak-telitian ini biasanya muncul karena kurang pahamnya akan langkah-langkah merawat kain tenun yang tepat.

Nah, agar tidak salah langkah dalam merawat koleksi kain tenun yang ada di rumah, Okezone pun bertanya langsung pada salah satu desainer kenamaan Indonesia, Dian Pelangi mengenai hal ini.

“Untuk merawat kain tenun itu, yang pertama hindari menyimpannya di lemari. Kenapa? Kain tenun itu kan serat alam, nah kalau banyak disimpan di dalam lemari atau di ruangan yang kedap udara maka sirkulasi udaranya jadi bau, yang akhirnya bikin bahan kain tenun itu bisa jadi bau juga,” papar Dian saat ditemui Okezone, baru-baru ini dalam sebuah acara di Jakarta.

Selain cara menyimpan, desainer yang akan tampil dalam perhelatan pagelaran busana akbar New York Fashion Week bersama desainer Barli ini juga mengungkapkan bahwa cara merapikan kain tenun juga berpengaruh untuk perawatan kain tenun.

“Kain tenun itu kan kaku ya bahannya, jadi lebih baik jangan dilipat karena kalau keseringan dilipat yang ada bisa membuat kain tenun itu istilahnya ‘patah’. Daripada dilipat, kain tenun lebih baik digantung pakai hanger alias gantungan baju, diangin-anginkan gitu loh sehingga lebih awet,” tambahnya.

Terakhir, Dian juga menyarankan untuk metode pencucian busana dengan bahan utama kain tenun ataupun kain tenunnya sendiri itu dicuci dengan teknik pencucian dry clean dan dipisahkan dari jenis busana yang lain.

BACA JUGA:

Mengenal Motif Kain Tenun Khas Dayak, Idenya Lahir dari Mimpi sang Penenun saat Tidur

FASHION HERITAGE: Sulam Karawo Gorontalo Siap Melenggang di New York Fashion Week 2018

“Pas dicuci itu sih yang tantangan banget ya, kan berat kena air jadi usahain dry clean saja. Lalu perhatikan juga karena warna di kain tenun itu kan teknik pewarnaannya chemical atau kimiawi, saat dicuci dan digantung itu dipisahkan dari busana yang berwarna putih karena bisa terjadinya color transfer,” pungkas Dian.

Cerita aneh menurut kabar berita tentang OKEZONE WEEK-END: Jangan Disimpan di Lemari, Trik Simpel Merawat Kain Tenun : Okezone Lifestyle.