OKEZONE WEEK-END: Kain Madura Identik dengan Pesisir, Ini Uniknya! : Okezone Lifestyle KABAR TERBARU

Berita terkini hari ini menginformasikan bahwa OKEZONE WEEK-END: Kain Madura Identik dengan Pesisir, Ini Uniknya! : Okezone Lifestyle.

SEBAGAI daerah yang masih memegang cukup kuat adat istiadat, Madura menawarkan kultur yang orisinil. Beberapa tradisi leluhur masih dijalankan masyarakatnya. Tak terkecuali peninggalan sejarah di dalamnya. Sebut saja kain Madura.

Tak kalah populer dari batik Yogyakarta, Solo, atau Cirebon, batik Madura pun menawarkan kekhasannya sendiri. Merupakan wilayah pelesir pantai, tidak heran jika kain batik Madura banyak menggunakan warna cerah seperti merah, biru, atau hijau. Motifnya pun khas.

 BACA JUGA:

Bicara mengenai motif sebuah batik, salah satu faktor pembentuknya adalah peradaban masyarakat setempat atau masyarakat sekitar yang kemudian menjadi inspirasi pembuatan motif. Namun berbeda dengan Madura, ternyata budaya asing yang mendominasi terciptanya motif kain Madura. Adalah China. Negara tersebut membawa pengaruh banyak terhadap terciptanya kain ini.

Sedikit cerita mengenai pembentukan motif kain Madura. Dijelaskan bahwa saat itu banyak penduduk Tionghoa yang mendiami Madura. Makanya, selain karena daerah pelesir, kesukaan masyarakat China terhadap warna cerah juga yang akhirnya mengisnpirasi pengrajin kain batik Madura.

Kemudian, untuk motifnya sendiri, ternyata kain Madura “doyan” bermain di bentuk garis. Lebih lengkapnya lagi, ternyata setiap motif yang terlukis di kain Madura mengandung makna besar. Salah satunya adalah menceritakan kehidupan sehari-hari masyarakat Madura. Semua unik dan langka. Sementara itu, jika bicara corak, ternyata kain Madura lebh cenderung mengambil motif hewan, tumbuhan, atau kombinasi keduanya.

Tapi, apakah Anda tahu darimana awalnya batik Madura itu muncul?

Perlu Anda ketahui sebelumnya, Madura sudah memproduksi batik sudah cukup lama. Tepatnya sejak pemerintahan Kerajaan Majapahit pada 1293. Produksi batiknya pun cukup besar, ya, tidak kalah dengan batik Solo, Yogyakarta, Cirebon, atau Pekalongan. Sampai sekarang pun kain Madura masih menjadi salah satu pilihan terbaik dalam memilih kain nusantara.

Terkait dengan kemunculan batik Madura, ada beberapa anggapan yang menyatakan bahwa kain Madura berasal dari sisa sejarah. Maksudnya adalah sekitar abad ke-13 sampai abad ke-17, di mana sedang terjadi peperangan di daerah Pamekasan antara ulama penasihat spiritual Raden Ismail (seorang Adipati Pamekasan) yang bernama Raden Azhar melawan KeLasep yang merupakan putera Madura yang konon adalah keturunan Cakraningrat I dari isteri selir.

Kabar terbaru yang valid menurut link informasi tentang OKEZONE WEEK-END: Kain Madura Identik dengan Pesisir, Ini Uniknya! : Okezone Lifestyle.